Rabu, 06 Juni 2012

Cerpen : Wanita dalam Kereta


Seperti kereta ini.. yang berjalan tiada henti menembus sudut-sudut kota yang penuh keramaian.. Ia berjalan terus dalam jalur yang telah ada. Ya.. berjalan dengan tatapan kosong dan tanpa memperhatikan orang lain, itulah yang bisa kutangkap darimu.

Sudah berminggu-minggu lamanya aku menjumpainya. Ya.. dalam waktu yang sama di tiap paginya, gerbong yang sama di tiap paginya. Entah kenapa wajahnya yang selalu menatap kosong ke arah jendela itu selalu menarik perhatianku. Namun.. aku adalah seorang pemalu dan tak pernah mampu mengungkapkan apa yang ada di dalam hatiku. Hanya sebatas memandang dan mengaguminya diam-diam.

Samapi di suatu pagi...
Pagi yang mendung dan tak banyak bercahaya menyelimuti suasana stasiun kala itu. Kau masih mengenakan jaket biru kesayanganmu. Aku selalu tahu bahwa kau selalu bergantian memakai 2 jaket dengan bentuk yang hampir sama, hanya saja warnanya sedikit berbeda. Yang satu biru dan yang satunya kelabu. Kau nampak cantik dan diam seperti biasanya. Aku memandangnya lekat-lekat dan mengaguminya dengan perasaan membuncah. Tiba-tiba kedua mata kami saling bertemu. Karena terlalu kaget, aku memutuskan untuk memalingkan wajahku secepatnya berharap agar ia tidak mengetahuiku. Kejadian ini baru pertama kali terjadi! Biasanya ia selalu sibuk dengan buku dan kadang menatap langit dengan pandangan kosong.

Aku masih saja memalingkan wajahku dan menyembunyikan diri dalam koran yang sedari tadi kupegang. Tanpa kusadari, gadis itu datang mendekat kepadaku. "Aduh...", pikirku. apa yang sebenarnya kupikirkan, harusnya aku merasa senang ketika ia mendekat padaku. Tapi ah, aku terlalu malu untuk menatap wajahnya.
"Bisakah..", suara perempuan itu dengan terbata-bata.
Aku segera menurunkan koran yang sedari tadi menutupi wajahku dan mulai memberanikan diri menatapnya dengan wajah yang sebiasa mungkin.
Ia tersenyum... Arghhh... rasanya seperti mimpi, melihat wajahnya yang tersenyum untuk pertama kalinya.
"Bisakah kau membantuku?" tanyanya dengan nada yang sopan

Aku hanya diam dan membalas dengan gerakan alis.. Jiaaaahhhhh... dasar bodohhhhh!!

"Kamu tidak perlu berkata apa-apa. Aku tahu selama beberapa minggu ini kamu sering memperhatikan diriku", katanya

"Aku hanya minta kau menemaniku hari ini saja."

Aku mengangguk pelan, entah setan apa yang menyambetku hari itu. Padahal hari ini aku harus bekerja dan menyelesaikan tugas-tugas yang mulai menumpuk. Tapi ah, sudahlah! Kesempatan ini sangat jarang sekali kuperoleh, bersama wanita yang kunanti selama ini.

Ia tersenyum dan mulai melangkah pergi. Aku pun mengikutinya dengan wajah yang memerah dan perasaan yang bahagia. Mimpikah aku?

***
Pagi...
Pagi yang sama seperti sebelumnya.. dengan keramaian seperti biasanya. Namun kali ini tanpa ada wanita yang menarik hati itu lagi. Mungkin ia sudah tidak berani muncul lagi setelah kejadian kemarin.

Aku menghela nafas panjang, memandang kosong ke arah langit. Semuanya terasa seperti mimpi
Kini semuanya telah hilang.. wanita itu serta isi dompet dan tabunganku.

Yang tersisa kini hanyalah luka memar dan tangan yang patah akibat keroyokan kawanan penjahat kemarin.

Ya... gerombolan penjahat yang menggunakan wanita sebagai umpannya..

Tidak ada komentar:

SharkBreak - Online Aquarium

PitaPata Cat tickers

PitaPata Cat tickers